LSM KPK Nusantara Segera Laporkan Dugaan Tindakan Kangkangi Hukum PT MSJ Asal Medan.

0
1678
Syahrudin Adi Putra, HAM Kabid Investigasi LSM-KPK Nusantara DPD Propinsi Aceh

Aceh Timur, raungpost.id

LSM-KPK Nusantara dalam waktu dekat akan segera melaporkan Aktivitas Galian C yang dikelola PT Medan Smart Jaya (MSJ) di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Gamponga atau desa Jering Kecamatan Serbajadi Kabupaten Aceh Timur, yang di duga tidak mengantongi ijin sesuai aturan Undang – undang, ke pihak penegak hukum.

Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Kabid Investigasi LSM-KPK Nusantara DPD Provinsi Aceh Syahrudin Adi Putra, HAM kepada jurnalis Radar x.net Kamis (12/07/2018) di Idi.

” Kami akan melayangkan surat resmi kepada pihak hukum diwilayah Aceh Timur, agar dilakukannya proses hukum terhadap PT MSJ terkait dengan dugaan pelanggaran Undang – undang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (UUPPLH) Nomor 32 Tahun 2009 Tentang PPLH berkaitan dengan kegiatan atau usaha Lingkungan hidup dan termasuk kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS). ” kata Syahrudin Adi Putra, HAM.

Surat permohonan tersebut merupakan tembuskan langsung ke pihak penegak hukum tingkat provinsi hingga ke tingkat Pusat, melalui Kantor Pusat LSM KPK Nusantara.

Berdasarkan hasil investigasi lapangan bersama Tim media, kegiatan Galian C yang dikelola oleh PT MSJ, ternyata sangat berdampak resiko bencana bagi situasi dan kondisi bagi kenyamanan masyarakat banyak akan bahaya bencana terutama banjir dan abrasi.

” Oleh karena itu perlu adanya tindakan analisa terhadap lokasi Galian C yang dikelola oleh PT MSJ tersebut. ” tuturnya.

Syahrudin Adi Putra mengatakan, Berdasarkan ilmu Disaster Risk Reduction (DRR) atau Pengurabgan Resiko Bencana yang ketahui, kegiatan dan aktivitas pengelolaan Galian C oleh PT MSJ asal Medan Sumatera Utara tersebut sangat rentan terhadap ancaman bencana bagi masyarakat Desa Jering dan sekitarnya.

” Kegiatan itu mengakibatkan rusaknya jalan Negara lintas Lokop sampai Gampong Beusa Peureulak. Apalagi PT MSJ sangat berani melakukan kegiatan yang diduga melanggar aturan hukum yang berlaku, yakni melakukan kegiatan atau usaha tanpa izin Lingkungan dan sejenisnya. ” terang Syahrudin AP.

Bahkan beberapa sumber terpercaya di kawasan seputaran DAS lokasi Galian C dikelola PT MSJ merasa resah akibat aktivitas pengambilan batu oleh PT MSJ diwilayah pemukiman mereka berdomisili.

Salah seorang sumber terpercaya diwilayah sekitar menyampaikan, ” Mulai dari DAS hingga jalan hancur oleh ulah kepentingan dagang perusahaan luar Aceh , dampaknya bagi kami warga kecil ibarat merasa hidup dan belum merasakan kemerdekaan di Zaman Merdeka ini. ” katanya.

Sementara itu, pihak PT MSJ saat dihubungi awak media melalui via telephone seluler maupun chat WhatsAppnya belum ada tanggapan hingga saat ini, Kamis 12/07/2018 pukul.10.10 wib. (Adi Selitonga) di kutip dari Radar-X.net

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here