Tingkatkan Perekonomian dan Kesejahteraan Masyarakat, Camat Sukorambi Kembangkan Tanaman Nilam

0
1273
Camat Sukorambi Bambang Rudianto (foto: jok)

Jember, raungpost.id

Guna membantu meningkatkan taraf ekonomi dan kesejahteraan masyarakat yang ada di wilayah Kecamatan Sukorambi yang tingkat kemiskinannya masih cukup tinggi di tambah sumberdaya manusianya yang masih rendah, Camat Sukorambi memberikan terobosan baru dengan mengajak masyarakatnya membudidayakan tanaman nilam.

Bambang Rudianto selaku Camat Sukorambi saat ditemui di ruang kerjanya Kamis (19/7/2018) menyampaikan, untuk membantu meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, pihaknya memberikan terobosan baru dengan mengembangkam budidaya tanaman nilam untuk di jadikan patchuoli oil atau minyak nilam.

“ Kita bersama tim telah melakukan survei di wilayah kecamatan sukorambi dan bermitra dengan petani yang ingin mengembangkan usahanya di bidang pertanian dan antusias para petani sangat luar biasa sekali. ” ujarnya.

” Tanaman nilam ini merupakan tanaman yang bila di olah dengan baik bisa menghasilkan nilai rupiah yang cukup besar, budidayanya sangat mudah biayanya juga sangat terjangkau dan pangsa pasarnya sangat jelas, karena ada perusahaan mancanegara yang siap menerima produk kita. ” imbuh mantan Kabid Rebahabilitasin Sosial Dinas Sosial tersebut.

Masih kata Rudi pihaknya juga memiliki mesin pemroses atau destilasi yang bisa mengcover tanaman nilam dari petani sekecamatan sukorambi. Dalam tiga bulan terakhir sudah bisa mengeksport minyak nilam tersebut.

Diharapkan usaha ini kedepan semakin berkembang dan lebih banyak lagi yang bermitra. Untuk kwalitas, kwantitas selalu ditingkatkan karena terikat dengan perdagangan terbuka.

“ Kita juga telah memakai standart internasional. Dengan adanya alternatif budidaya tanaman nilam bisa mengangkat ekonomi dan mampu mensejahterakan kehidupan masyarakat. ” terangnya.

Lebih lanjut Rudi menjelaskan bahwa , lahan pertama yang disiapkan seluas 10 hektar yang berada di desa karang pring, namun belum bisa terpenuhi sehingga mengembangkan kedesa yang lain seperti desa klungkung, kalijompo, panti, bangsalsari, kebonagung, kaliwates dan ambulu.

Saat ini kata Rudi, luas lahan yang tersedia lebih kurang 15 hektar. misalkan dalam I hektar ada 20 ribu bibit, pihaknya sudah bisa mendistribusikan sekitar 30 ribu bibit dan saat ini permintaan pasar semakin besar dan mitra petani juga semakin banyak, tentunya akan berdampak positif bagi masyarakat.

” Perhitungannya dalam 1ton panen basah saat melalui proses pengeringan untuk dijadikan bahan siap proses akan menurun menjadi 30 persen atau 3 kwintal lebih, dari 3 kwintal akan diproses lagi untuk menjadi minyak nilam menjadi 6 kilo lebih. ” tuturnya.

Rudi juga memaparkan pihaknya sudah bekerjasama dengan UGM untuk dilakukan lab patchuoli oli untuk menentukan kandungan alkoholnya. Karena dari bayer sendiri sudah di tentukan standart greetnya.

“ Dari standart greet tersebut baru diketahui jumlah harganya, semakin tinggi standart greetnya semakin besar jumlah harganya. ” pungkas Bambang Rudianto. (jok)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here