Ayong Laros Pelaku Seni Banyuwangi Tetap Eksis

0
1792
Ansori Alias Ayong Laros Tokoh Budayawan Banyuwangi

Banyuwangi, raungpost.id

Team Raungpost hari ini akan bertandang ke kediaman tokoh budayawan dibalik layar Ansori atau yang lebih dikenal dengan sebutan Ayong Laros yang berada dijalan Sutowijoyo 67, RT 04/RW 02 Pakis Jalio Sumberejo Banyuwangi selasa (24/7/2018).

Pria kelahiran Banyuwangi 14 April 1960 ini, sudah lama berkutat diseni budaya Banyuwangi. Ayong Laros mempunyai tiga anak yakni Mujayinah, Candra AF dan Sintya KD dari istri yang bernama Meysin.

Darah seni mengalir dari nenek Sa’onah diGenteng yang piawai melantunkan Mocopat. Ayong yang sudah lama berkutat didunia entertaint Banyuwangi sejak 1986 menjadi MC.

Dirinya mulai membuat lagu sejak tahun 2000 waktu itu masih kaset pita, saya keturunan dari tiga suku mas, ” kakek suku Sasak, Nenek Suku Osing sedangkan Ibu Kandung suku Madura Bondowoso. ” terangnya.

Ayong sejak SD sudah bisa memainkan wayang, jadi kalau ingat pada tahun 1986 jadi MC bayarannya hanya 2500 sampai 3000 Rupiah mas.akhirnya pada tahun 2000 lagu lagu saya bisa diproduksi oleh Golden Hand dengan 10 lagu.

Baca Juga:  Umat Hindu Jember Menggelar Tawur Agung Kasanga

Akhirnya ketagihan dan sempat booming lagu saya yang berjudul Ethek-Ethekan. Makna lagu tersebut anak anak minta mainan sambil menangis. Dan juga lagu Mawar,Riko booming dibawakan Catur Arum,Lisa Rahma juga Dian Ratih.

Dukanya mas menembus industri rekaman kala itu sampai makan nasi basipun dimakan dimana syair-syair lagu saya dirubah sedikit dengan uang 25.000 dan nama pencipta tidak disebutkan sambil berkaca-kaca Ayong menceritakan.

Harapan saya melalui media Nasional Raungpost ini buat Pemerintah Kabupaten Banyuwangi agar supaya dibentuk badan sensor khusus karya lagu osing agar tidak mengandung unsur Pornografi ataupun SARA pungkasnya. (Erga)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here