Dua SPBU Milik H. Sofyan Pakeh Diduga Melanggar Surat Edaran Pertamina

0
1846
Tumpukan Jirigen Diatas Dum Truk Sedang Mengisi BBM

Aceh Timur, raungpost.id

Dua stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) milik H. Sofyan Pakeh diduga kuat melanggar aturan surat edaran pertamina 407/F144A0/2016-S3 tentang larangan pembelian bahan bakar minyak (BBM) jenis premium dan solar, Selasa (21/08/2018).

Pantauan langsung awak media dilokasi SPBU No. 14. 244. 479 Peureulak pada Senin (20/08/2018) sekitar pukul 05.00 ditemukan 1 unit mobil dum truk dengan muatan penuh jerigen mengisi BBM jenis Pertalite dan Solar untuk diecer dikios – kios mulai rantau panjang hingga lokop. Di lansir dari Radar-x.net.

Menurut keterangan dari beberapa sumber terpercaya diseputaran Peureulak menyebutkan, Sebelumnya SPBU ini pernah kedapatan menjual BBM bersubsidi dalam jerigen, ” makanya tidak lagi menjual BBM jenis premium saat ini, karena tidak diberi jatah lagi oleh Pertamina ” . Terangnya.

Budi manager SPBU Peureulak kepada media selasa (21/08/2018) mengatakan, kami dari pihak SPBU lebih senang kalau hal tersebut dihapus, jadi kami tidak berurusan dengan orang media dan lainnya.

” Kami disini serba salah, karena tidak kami kasih tidak enak, apa lagi dibelakang kami ini laut butuh solar untuk boat ” . Paparnya.

Baca Juga:  Pemenang Lelang Barang Sitaan BRI Cabang Kualasimpang Ibarat " Beli Kucing Dalam Karung "

” Asumsinya, BBM yang dibawa ke daerah atas pedalaman itu kan buat alat berat itu yang disanksikan, tetapi ini untuk mobil dan kendaraan diwilayah sana ” . tambahnya.

Salah seorang operator pompa di SPBU ini marah dengan anggota media, karena memeriksa minyak dalam jerigen konsumen, apa isinya Solar atau bukan.

” Gara-gara abang periksa-periksa dan photo-photo, bisa hilang pelanggan kami. seharusnya kalau abang seperti itu, lapor dulu kepada pengawas ” . Katanya.

SPBU Peureulak tersebut diduga kuat memang sangat nakal terkait penjualan BBM bersubsidi kepada konsumen melalui jerigen. (SAP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here