Isu Santet, Ratusan Masyarakat Kemuningsari Lor Ramai-Ramai Datangi Balai Desa

0
1464
Kepala Desa Beserta Muspika Saat Melakukan Mediasi Di Balai Desa Kemuningsari Lor

Jember, raungpost

Ratusan masyarakat desa kemuningsari lor, kecamatan panti, rabu siang (26/9/2018) beramai-ramai menuju aula balai desa untuk melihat proses mediasi dugaan isu santet yang dituduhkan kepada saudara (Zainul).

Dalam proses mediasi tersebut dimediatori oleh kepala desa beserta muspika setempat. awalnya proses mediasi berjalan panas namun dapat diredam.

Warga sekitar yang datang kebalai desa menerangkan bahwa, (Zainul) selaku tertuduh sehari-harinya berprofesi sebagai pedagang dodol dan kripik pisang dipasar tanjung. Mereka tidak percaya jika yang dituduh selama ini memiliki ilmu hitam seperti isu yang saat ini merebak ditengah-tengah masyarakat.

Dalam hal ini sejumlah warga juga merasa kecewa dengan kepala desa, karena tidak bisa menyelesaikan masalah tersebut ditingkat keluarga, sehingga masalah ini mencuat kepermukaan.

” Seharusnya masalah isu-isu seperti ini bisa diselesaikan ditingkat kekeluargaan, kenapa harus diselesaikan dibalai desa ” . terang warga yang namanya enggan dipubliksasikan.

Berkenaan dengan merebaknya masalah isu santet ditengah-tengah masyarakat yang mengarah kepada Zainul hingga berujung mediasi, Abdul Waqik kepala desa kemuningsari lor mengatakan, sebenarnya masalah ini sudah lama.

Baca Juga:  Pemilihan Kepala Desa Pergantian Antar Waktu Desa Seputih Berjalan Aman

” Dulu memang ada rencana mediasi antara kedua belah pihak, namun gagal. Dan terlaksana pada hari ini ” .ujarnya.

Disinggung tentang masyarakat yang kecewa kepada dirinya selaku kepala desa karena tidak bisa menyelesaikan ditingkat keluarga, Abd Waqik menjawab, mediasi yang saat ini berjalan di balai desa atas kemauan mereka.

” Saya bersama muspika hanya sebatas memfasilitasi. Dan kami bersyukur karena kedua belah pihak saling memahami dan saling memaafkan. kedepan tidak akan pernah ada lagi isu-isu santet dan lain sebagainya ” .ucapnya.

Sementara itu ditempat yang sama, Kapolsek panti AKP Zuhri didampingi danramil dan camat menyampaikan, intinya dalam pertemuan ini untuk memediasi kedua belah agar tidak lagi saling menyalahkan.

” Kami bersyukur dalam mediasi yang dilaksanakan pada siang ini, kedua belah pihak akhirnya sama-sama menyadari dan saling memaafkan ” .pungkasnya yang diamini oleh pejabat muspika lainnya. (jok)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here