Permudah Akses, Kepala KUA Mayang Jemput Bola Dengan Mendatangi Masyarakat

0
1052
Kepala Kantor KUA Mayang, H. Didik Kurniawan S.Ag MA

Jember, raungpost.id

Ratusan masyarakat kecamatan mayang yang tersebar di tujuh desa, kini tengah membutuhkan layanan legalisir buku nikah, sebagai syarat mengurus dokumen kependudukan seperti KTP atau pengurusan akta kelahiran bagi anak.

Menindaklanjuti kebutuhan masyarakat tersebut, Kepala kantor urusan agama kecamatan mayang, H. Didik Kurniawan S.Ag MA menjemput bola dengan cara “ memindahkan ” perangkat KUA ke seluruh desa yang ada di Mayang.

Untuk mempermudah akses pelayanan bagi masyarakat yang membutuhkan, kami ngantor didesa, ” Kasihan kalau masyarakat yang jarang bersentuhan dengan birokrasi harus bolak-balik dari desanya ke kantor KUA yang ada di kecamatan ” .terangnya.

Kami terjun ke tujuh desa yang ada dan Alhamdulillah bisa melayani masyarakat yang membutuhkan. Mereka bisa menghemat waktu, biaya dan tenaga, ” jelas bapak enam anak ini, kamis (11/10/2018).

Program ini sejalan dengan program on the spot oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Jember yang melaksanakan layanan administrasi kependudukan di masing-masing desa di Kabupaten Jember.

Baca Juga:  Pemkab Bersama PDAM Gelar Kongres Air Minum

Melalui program turun lapangan ini, papar Didik, banyak penggunanya mengaku sangat terbantu, Beberapa di antara mereka bahkan mengaku baru pertama kali ini merasakan manfaat program KUA masuk desa ini.

” Jadi tidak hanya TNI masuk desa, atau Dispendukcapil masuk desa yang dikenal oleh masyarakat. Kini mereka mengenal program KUA masuk desa ” .katanya.

Masih menurut Didik, Selama tujuh hari pelaksanaan program KUA masuk desa ini, semua masyarakat pengguna di kecamatan mayang, berhasil melegalisir buku nikahnya.

“ Di desa mayang ada 56 dokumen buku nikah, desa seputih 107 dokumen, desa mrawan 42 dokumen, desa sumber kejayan 69 dokumen, desa tegal waru 74 dokumen, desa tegal rejo 50 dokumen, desa sidomukti 117 dokumen. Alhamdulillah, semua berjalan lancar ” .ujar Didik.

Diakuinya, ada juga kendala yang muncul selama melakukan pelayanan, di antaranya, buku nikah yang dipegang pengguna telah diubah oleh masyarakat sendiri. Akibatnya keabsahan dokumen penting itu menjadi cacat sehingga tidak bisa digunakan lagi.

Baca Juga:  Pemdes Dadapan Terkesan Tertutup Terkait Anggaran DD dan ADD

Kendala lain berupa tidak adanya kesesuaian antara lokasi domisili pemilik buku nikah dengan lembaga yang mengeluarkan dokumen negara tersebut.

” Misalnya nikahnya di luar kecamatan mayang tapi domisilinya di mayang, Ada pula ketidakcocokan data antara apa yang tertulis di buku nikah dengan dokumen lainnya, seperti KTP atau KK ” .

Mengatasi kendala tersebut, kepala KUA mayang merekomendasikan agar masyarakat yang menginginkan perubahan data yang tercantum pada buku nikah, sesuai dengan PMA No. 19 Tahun 2018, meminta putusan dari pengadilan negeri.

Sementara apabila perubahan yang diinginkan ada pada KTP atau KK maka cukup ke Dispendukcapil dengan melampirkan berkas-berkas yang bersangkutan, pungkasnya. (jok)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here