Diduga Panitia Masuk Angin, Peserta Protes

0
1418
Kapolsek Pakusari AKP Yuliati Kaos Merah Saat Memediasi Antara Peserta Pemilihan Kasun Dan Kesra Dibalai Desa Sumberpinang

Jember, raungpost.id

Protes sejumlah peserta pemilihan perangkat Desa Sumberpinang, Kecamatan Pakusari dengan pihak Panitia berlangsung tegang, Pasalnya para peserta menduga ada ketidaktrasparanan dari pihak Panitia, jumat pagi (25/1/2019)

Pelaksanaan tes pemilihan Kepala Dusun (Kasun) dan Kesejahteraan Masyarskat (Kesra) Desa Sumberpinang berlangsung diKantor Kecamatan Pakusari, kamis (24/1/2019) dengan jumlah peserta lebih kurang sepuluh orang.

Firda salah satu peserta kepada media ini menyampaikan, kedatangan saya bersama peserta lain kebalai Desa Sumberpinang untuk mempertanyakan hasil tes pemilihan Perangkat kepada Panitia.

” Saya sebagai peserta merasa tidak pernah diwawancarai, namun muncul nilai hasil tes, ini kan aneh. Dari mana munculnya nilai itu ” .kesalnya.

Saya pribadi lebih menekankan kepada Sekcam, karena saat itu Sekcam yang bertanya dan saya merasa tidak diwawancarai. ” Pertama saya masuk lalu kenalan dan dikasih tahu nilai hasil tes tulis, karena pertama tes adalah tes tulis ” .imbuhnya.

Saat itu Sekcam menjelaskan nilainya yang benar berapa yang salah berapa, jika nanti diterima seperti ini bila tidak diterima seperti ini, setelah itu saya hanya dikasih motifasi contoh, perjalanan kamu masih panjang, peluang diluar sana lebih besar dan lain sebagainya.

Baca Juga:  Bupati Berikan Ucapan Selamat Kepada Pegawai Yang Pensiun

Yang perlu saya tanyakan adalah metode penilai yannya dari apa saja, ini yang membuat kita bingung. Akhirnya timbul ketidak percayaan kepada pihak Panitia. ” Apa lagi ada orang diluar Panitia ikut mengoreksi ini kan sudah tidak benar. Dari awal saja sudah tidak benar, apa lagi kebelakangnya tambah tidak benar ” .urainya.

Hal senada juga dibenarkan oleh peserta lain, kita sebagai peserta merasa dibohongi oleh Panitia, awalnya disampaikan bahwa hasil tes ini akan langsung di publikasikan, kenyataannya tidak demikian. ” Hasil tes tidak langsung dipublikasikan, berarti panitia sudah tidak komit, kita sangat kecewa ” .terangnya.

Kedua, ada orang diluar kepanitiaan malah ikut mengoreksi hasil tes, ini kan sudah tidak benar dengan alasan apapun. Maka dari itu, kita menduga ada apa dengan panitia???…… ” Kita berharap hasil tes seleksi pemilihan perangkat ini dikaji ulang, bila perlu diadakan tes lagi ” .harapnya.

Ketegangan antara pihak peserta dengan panitia dimediasi oleh Muspika yakni Kapolsek Pakusari AKP Yuliati didampingi Danramil. dalam pemaparannya AKP Yuliati menyampaikan bahwa, Muspika dalam hal ini hanya sebagai pendukung dan tidak bisa ikut campur. Semua itu kewenangan Panitia.

Baca Juga:  Pemdes Dadapan Terkesan Tertutup Terkait Anggaran DD dan ADD

Disitu kan ada berita acaranya, dari berita acara tersebut mencakup hasil nilai tes pemilihan. ” Kedatangan kami bersama Danramil hanya memediasi terkait permasalahan yang ada ” .katanya.

Sesaat setelah mediasi AKP Yuliati kepada media ini menyampaikan, kami dari Muspika pertama ingin menjaga kondusifitas wilayah, karena tadi ada dari sejumlah peserta calon Kasun dan calon Kesra merasa tidak puas sehingga kami mengambil langkah untuk memediasi.

” Tadi kita menyarankan kepada pihak Panitia agar dilakukan pemilihan ulang, untuk menjaga kecurigaan, himbauan kita sehari sebelum tes dilaksanakan agar berkas yang ada dititipkan di Polsek atau Koramil ” .tuturnya.

Disini kita tidak punya kepentingan, yang punya kepentingan kan desa, disini kita hanya membantu agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, pungkas AKP Yuliati.

Rahman ketua Panitia mengatakan, Untuk dilakukan pemilihan ulang kami menunggu petunjuk dari Muspika, apakah mau diadakan tes ulang apa tidak.

” Saya menilai pemilihan ini sudah sesuai, yang dipermasalahkan oleh peserta adalah adanya orang diluar Panitia yang ikut mengoreksi, padahal ia tidak merubah apapun ” .dalihnya. (jok)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here