BPJS Kesehatan Gelontorkan 11 Triliun Untuk Bayar Rumah Sakit

0
488
Kepala BPJS Cabang Jember, Tanya Rahayu

Jember, raungpost.id

BPJS Kesehatan menggelontorkan dana sebesar 11 triliun untuk membayar hutang klaim jatuh tempo BPJS Kesehatan kepada pihak rumah sakit. Diluar itu, BPJS Kesehatan juga melakukan pembayaran sebesar 1,1 triliun dalam bentuk dana kapitasi kepada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).

” Sampai hari ini, tagihan klaim rumah sakit yang lolos verifikasi dan sudah jatuh tempo, akan dibayar BPJS Kesehatan dengan mekanisme first in first out. Urutan pembayaran disesuaikan dengan catatan kami. Rumah sakit yang lebih dulu mengajukan berkas secara lengkap, tentu transaksi pembayaran klaimnya akan diproses lebih dulu. Upaya menuntaskan pembayaran fasilitas kesehatan ini dapat terwujud, karena ada dukungan penuh Kementrian Keuangan dan Kementrian Kesehatan. ” terang Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jember, Tanya Rahayu, selasa (16/4/2019).

Setiap tanggal 15 merupakan tanggal pembayaran kapitasi untuk FKTP. Oleh karena itu, ada kemungkinan pembayaran non kapitasi dan tagihan rumah sakit dibayarkan BPJS kesehatan pada hari berikutnya. Hal ini merupakan mekanisme pembayaran yang rutin dilakukan setiap bulan oleh BPJS Kesehatan.

Baca Juga:  Puluhan Rumah Disejumlah Kecamatan Alami Kerusakan akibat Gempa

” Biasanya mitra perbankan kami menjalankan transaksi untuk pembayaran kapitasi dulu. Namun kami pastikan kewajiban pembayaran kefasilitas kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku dapat dilakukan paling lambat hari ini. Masing-masing kantor cabang bisa memantau dan memastikan fasilitas kesehatan di Wilayah kerjanya telah dibayar sesuai dengan ketentuan yang berlaku, “tegas Tanya Rahayu.

Dengan dibayarnya hutang klaim jatuh tempo oleh BPJS Kesehatan kepada fasilitas kesehatan, diharpkan pihak fasilitas juga bisa melakukan kewajibanya sesua dengan yang tertuang dalam regulasi. Dengan demikian Pihak rumah sakit dapat kian optimal dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien JKN-KIS, ujar Iqbal Humas BPJS Kesehatan.

“Kami selalu berkoordinasi dengan fasilitas kesehatan yang melayani peserta JKN-KIS untuk memberikan pelayanan terbaik tanpa diskriminasi. Sebagaimana yang telah diatur dalam regulasi yang ditetapkan Pemerintah. Dengan demikian diharapkan masyarakat semakin yakin bahwa program ini akan terus berlangsung dan rumah sakit menjadi tenang dan tenaga kesehatan semakin nyaman,”ucapnya.

Selain itu jugabmenginformasikan bahwa program JKN-KIS yang dikelola BPJS Kesehatan selain memberikan jaminan layanan kesehatan yang berkwalitas, juga memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan industri kesehatan dan menciptakan lapangan kerja. apabila terdapat kekurangan, hendaknya dapat diperbaiki bersama-sama.

Baca Juga:  Lemahnya Pengawasan, Proyek Jaringan Irigasi Terkesan Asal Jadi 

Menurutnya, jangan sampai ada diskriminasi pelayanan yang bersifat kasuistis, lalu digenetralisir, sementara sangat banyak peserta JKN-KIS yang terlayani dengan baik.

“Kedepanya, semoga Pemerintah terus menjaga sustainabilitas program JKN-KIS ini dan pelayanan masyarakat akan terus diperbaiki. Kami berterima kasih kepada penyedia layanan (Provider) sekaligus mohon maaf serta apresiasi atas kerjasama, pengertian dan kesabarannya selama ini, “imbuh Iqbal.

Sebagai informasi, khusus diwilayah kerja cabang Jember yang membawahi Kabupaten Jember dan Lumajang terdapat 201 FKTP dan 18 FKRTL terdiri dari 17 rymah sakit 1 klinik utama, yang telah dibayarkan dana kapitasi dan tagihan klaimnya oleh BPJS Kesehatan setempat. Adapun total pembayaran yang dilakukan KC Jember adalah sebesar Rp 111.077.271.301 sepanjang bulan april 2019.

Informasi lebih lanjut hubungi:Humas BPJS Kesehatan BPJS Kesehatan Kantor Pusat +62 21 424 6063 [email protected] Website :www.bpjs-kesehatan.go.id

Twitter :@BPJSKesehatanRI

Instagram :@bpjskesehatan_ri

Facebook :BPJS Kesehatan

Youtube :BPJS Kesehatan

Kompasiana :BPJS Kesehatan

Kaskus :bpjskesehatan (jok)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here