Perseteruan PT Uniagri Prima Tehnindo dan PT Asian Hybrid Seed Tehnologies Kian Memanas

0
550
H. A. C Farid SE. SH. MH Kuasa Hukum PT Uniagri Prima Teknindo

Jember, raungpost.id

Memanasnya hubungan antara PT Uniagri Prima Teknindo yang beralamat di jl Wolter Monginsidi no 26 Desa, Rowo Indah, Kecamatan Ajung dengan PT Asian Hybrid Seed Tehnologies dengan alamat yang sama hingga kini terus berlanjut.

H. A. C Farid, SE. SH. MH selaku kuasa hukum dari PT Uniagri Prima Tehnindo senin (17/6/2019) mengatakan PT Uniagri Prima Tehnindo dulunya bernama PT CTA bekerjasa dengan Jagung Hybrida Sulawesi (JHS) sekarang berubah menjadi PT Asian Hybrid Seed Tehnologies.

Dijelaskan oleh Farid, bulan ramadhan kemarin telah terjadi pembicaraan dengan direktur utama PT Asian Hybrid Seed bahwa, telah disepakati untuk memindahkan barang milik PT Uniagri Prima Tehnindo, namun ada syarat yang diminta oleh PT Asian Hybrid Seed Tehnologies yakni beberapa barang berupa dinamo dan tanah harus diratakan.

Direktur PT Asian Hybrid Seed Tehnologies Paulin (kiri)

” Semua persyaratan sudah kami siapkan dan siap dikerjakan. Pekerjaan memindahkan barang yang kami laksanakan sejak hari sabtu (15/6/2019) kemarin, namun menginjak hari ketiga pekerjaan, gudang tempat penyimpanan barang milik kami tidak dibuka, bahkan kami dihalangi dan kunci gembok gudang telah rusak dan diganti gembok lain, ” ketusnya.

Baca Juga:  Spesialis Ranmor Dibekuk Polisi

Kemarin kami sempat masuk kedalam gudang penyimpanan disitu kami menduga telah terjadi tindak pidana pencurian, perampasan, penggelapan dan penguasaan barang tanpa hak atas barang-barang atau asset milik kantor PT Uniagri Prima Teknindo sesuai pasal (363, 368, 372 dan 385 KUHP.

” Sebelumnya kami sudah bertemu dengan Direktur PT Asian Hybrid Seed Tehnologies dan telah terjadi komunikasi baik. namun hari senin (17/6/2019), kami nyata-nyata dihalangi untuk masuk gudang penyimpanan sejak pukul 11 siang. Dalam hal kami merasa dirugikan, “ujarnya.

Kami yang mendatangkan tukang, truk, alat berat akhirnya semua menganggur sehingga kerugian yang kami alami bertambah lagi. ” Dalam gudang penyimpanan tersebut ada sekitar 7 ton besi ditambah mesin lainnya plus barang elektronik seperti computer dll. Sementara gudang dikunci dan tidak diserahkan ke kami, “imbuhnya.

Menurut Farid, diduga masalah ini muncul karena ada cemburu sosial karena PT yang kami kelola tetap eksis sehingga terjadi masalah seperti sekarang. Ini merupakan bentuk pengusiran yang dipaksakan. padahal dulu berangkatnya dari Filippina bersama-sama dan bekerjasama dengan baik.

Baca Juga:  PT. Tegas Nusantara Diduga Lakukan Pengrusakan Lingkungan, Ini Reaksi Ketua Lembaga LPAP-RI

Untuk sementara yang kami lakukan adalah mengakat barang yang dianggap mengganggu pemandangan seperti batu, koral, tanah dan besi yang tidak berfungsi.

” Disini kami bukan penghuni liar, kami berada disini mengantongi ijin dan masih berlaku. Bila dari PT Asian Hybrid Seed Tehnologies tidak ada iktikad baik, maka kami tidak ragu membawa masalah ini kerana hukum, ” tegas Farid.

Sementara itu Direktur PT Asian Hybrid Seed Tehnologies, Paulin saat dikonfirmasi mengatakan, yang bertanggung jawab bukan saya namun Dirut PT Asian Hybrid Seed Tehnologies, kebetulan Dirut saat ini berada di Filippina.

Berkenaan dengan permasalah ini silahkan menunggu Dirut. Karena nanti Dirut yang akan menyampaikan secara keseluruhan. ” Saya tidak bisa memberikan penjelasan apapun. Dirut akan datang pada tanggal 24 minggu ini, silahkan nanti kalau mau bertanya, ” tutupnya. (jok)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here