Penetaban Dan Pengundian Nomor Urut Calon Kades Harjomulyo Diwarnai Gelombang Protes

0
690
Kartono (Incumben) Kemeja Merah Saat Hadir Dalam Penetaban Dan Pengambilan Nomor Urut Calon Kepala Desa Harjomulyo, Kecamatan Silo

Jember, raungpost.id

Gelombang protes mewarnai Penetaban calon Kepala Desa Harjomulyo dan pengundian nomor urut pada pemilihan Kepala Desa Harjomulyo, Kecamatan Silo tahun 2019 oleh salah satu calon Kepala Desa dan timsesnya.

Gelombang protes ini terjadi karena salah satu calon Kades tidak hadir dan hanya mengirimkan surat pemberitahuan kepada pihak panitia yang isinya Meminta, pelaksanaan Penetaban calon Kepala Desa Harjomulyo dan pengundian nomor urut pada pemilihan Kepala Desa Harjomulyo tahun 2019 ditunda.

Kedua, khawatir dengan banyaknya timses dari Calon Kades yang hadir, ketiga menunggu keabsahan dari dinas pendidikan terkait dugaan ijazah palsu yang disangkakan kepada calon Kepala Desa lainya.

Perlu diketahui, ada dua bakal calon Kepala Desa Harjomulyo, Kecamatan Silo yang siap bertarung yaitu Kartono (Incumben) dan Riyanto. Mereka berdua telah dinyatakan lolos oleh tim verifikasi setelah mengikuti sejumlah tahapan-tahapan.

Adalah Kartono (Incumben) calon Kades Harjomulyo yang hadir dan merasa kecewa dengan sikap panitia yang menunda pelaksanaan Penetaban calon Kepala Desa hanya gara-gara sepucuk kertas yang dikirim oleh Riyanto calon Kades yang tidak hadir.

Baca Juga:  Pengelolaan ADD Tahun 2015 -  2017 Kampung SDM Berjalan Efektif

Seyogyanya pelaksanaan Penetaban ini dimulai pukul 14.00 wib namun molor hingga pukul 14.30-15.00 wib.

Hal ini pula yang memicu gelombang protes dari pihak Kartono dan timsesnya. Mereka meminta kepada panitia agar menjemput yang bersangkutan, namun pihak panitia berdalih penjemputan sudah dilakukan namun yang bersangkutan bersikeras tidak mau hadir karena sudah melayangkan surat ketidak hadirkan dan lain sebagainya.

” Seharusnya pihak panitia tidak boleh kalah dengan calon Kades yang tidak hadir dan hanya melayangkan surat pemberitahuan, jika ketidak hadiranya hanya menduga saya memakai ijazah palsu itu sangat tidak masuk akal, “terang Kartono.

Saya tidak bisa membuat ijazah, pendidikan SD saya jelas saksi-saksi ada, dan saya telah mengikuti tahapan-tahapan dan sudah dinyatakan lolos oleh tim verifikasi, tandas Kartono yang disambut tepuk tangan oleh timsesnya, sabtu (27/7/2019).

Apa yang disampaikan oleh Kartono dibenarkan oleh pihak panitia, bahwa kedua calon Kades ini telah melalui tahapan-tahapan dan telah dinyatakan lolos oleh tim verifikasi.

Namun, pihak panitia juga memberikan acuan kenapa Penetaban ini harus ditunda, itu semua sesuai perbup. kita tidak bisa melangkahi perbup ini, ujar ketua panitia.

Baca Juga:  Tidak Pakai Lama Bupati Langsung Turun Cek Lokasi Tanah Longsor Di Dua Tempat

Sementara itu, H. A. C Farid SH. SE. MH yang hadir ditengah-tengah situasi yang memanas menyampaikan bahwa, semua harus mengikuti mekanisme dan aturan-aturan yang berlaku.

Dalam hal ini pihak panitia sudah menjalankan mekanisme dan aturan, jadi kita akan tetap mengikutinya. Tidak ada yang salah, semua telah melalui mekanisme.

“Permasalahan utama bukan karena inilah atau itulah, namun masalah utamanya yaitu calon yang satunya tidak hadir. Disini yang mencalonkan Kades kan cuma dua orang, kalau yang satu tidak hadir otomatis harus menunggu sampai hadir. Kan ada waktu hingga tanggal 29 Juli, ya kita tunggu aja, ” tutupnya. (jok)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here