Operasi Gabungan Penertiban Penambang Liar Gunung Manggar Berjalan Lancar

0
401
Kspolsek Wuluhan AKP A. Musofah Bersama Waka Selatan Perum Perhutani KPH Jember Ahmad Faisal Saat Dilokasi Petak 13-14b RPH Glundengan, BKPH Wuluhan

Jember, raungpost.id

Operasi gabungan penertiban penambang liar gunung Manggar, Desa Kesilir, Kecamatan Wuluhan oleh tim Polres Jember, Polsek Wuluhan, Perum Perhutani KPH Jember berlangsung, selasa (6/8/2019).

Kegiatan penertiban tersebut dipimpin Waka Selatan KPH Jember Ahmad Faisal dan Kapolsek Wuluhan AKP A. Musofah diback up oleh satuan Shabara Polres Jember

Kapolsek Wuluhan AKP A. Musofah mengatakan, Saat ini kita menggelar operasi gabungan untuk menertibkan penambang liar yang kerap beroperasi digunung manggar.

Operasi gabungan ini melibatkan Polsek Wuluhan, Perum Perhutani dan di back up oleh personil Shabara Polres Jember untuk mencegah terjadinya penambangan liar terus menerus yang mengakibatkan kerugian bagi masyarakat itu sendiri.

“Dampak kerugian yang ditimbulkan oleh penambang liar ini sangat luar biasa dan berbahaya misalnya, para penambang liar ini bisa saja meninggal di dalam lubang, Kemudian hujan terjadi longsor, yang rugi bukan hanya satu orang, namun seluruh masyarakat sekitarnya akan merasakan akibatnya, “urainya.

Kegiatan seperti ini akan kita lanjutkan, diharapkan pula peran serta masyarakat untuk ikut mencegah akan terjadinya penambangan-pensmbangan liar.

Baca Juga:  Serap Aspirasi Nelayan Lewat Cangkruk,an Bermutu, Begini Arahan Kapolres jember

“Hasil dari pantauan kita tadi, ada sekitar 80 titik lubang. dari beberapa lubang ini memang sebagian besar tidak dipakai, namun tetap kita tutup kembali. Saat kita naik bersama tim tidak ditemukan aktifitas, namun kita tidak putus semangat untuk tetap melakukan patroli bersama tim dari Perhutani, “ujar Kapolsek.

Langkah kita selanjutnya terang Kapolsek, akan memaksimalkan Babinkamtibmas yang akan dibantu oleh Babinsa dan perhutani untuk terus memantau perkembangan serta memberikan himbauan dan arahan kepada masyarakat dengan begitu masyarakat akan sadar dan menutup lubangnya sendiri-sendiri.

Sementara itu, Waka Selatan Perum Perhutani KPH Jember Ahmad Faisal juga menjelaskan, saat ini kita berada dipetak 14b RPH Glundengan BKPH Wuluhan yang mana lokasi ini merupakan hutan produksi dengan luas baku petak 13 dan 14 lebih kurang 40 Ha, sementara yang dieksploirasi oleh oknum lebih kurang 8 Ha.

Menurut Ahmad Faisal, saat ini beberapa pohon jati yang mati. dari analisa kami, matinya pohon jati ini bisa karean ulah dari penambang seperti diteres atau disunat akarnya atau akibat sarpra yang dipakai oleh oknum penambang, karena mereka memakai B3 yang mengakibatkan pohon keracunan dan akhirnya mati.

Baca Juga:  Rombongan Audensi Perhutani Paparkan Terkait Kunjungannya Menemui Bupati

“Yang palin ekstrim adalah dampak lingkungan yang diakibatkan oleh aktifitas penambang yang menggunakan B3, kemudian lubang-lubang terutama pada musim hujan tentu akan berefek secara signifikan terhadap potensi adanya tanah longsor dan banjir, “terang Ahmad Faisal.

Masih menurut Ahmad Faisal, hingga hari ini korban yang telah meningga dari tahun 2013-2019 berjumlah 8 orang, tutupnya. Operasi gabungan ini merupakan atensi dari Administrator Perhutani Jember bersama Kapolres, tutupnya. (jok)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here