Polres Jember Terus Selidiki Kasus Jatuhnya Crane Yang Menimpa Rumah Warga Dan Satu Korban Luka

0
520
( Foto : Istimewa)

Jember, raungpost.id

Peristiwa jatuhnya crane proyek pembangunan gedung kembar Universitas Jember (Unej), yang terjadi pada Senin (12/8/2019), kemarin masih dalam penyelidikan Polres Jember.

Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo mengatakan hingga saat ini pihak Polres Jember telah memanggil sejumlah saksi untuk dimintai keterangan terkait kejadian tersebut.

Mereka yang dipanggil yaitu Arifin selaku Site Operational Manager PT Hutama Karya dan Triyan Budianto selaku Operator mobil crane jenis KATO 45 ton.

Berdasar keterangan yang diperoleh dari keduanya diketahui bahwa PT Hutama Karya (Persero) dan PT Nidya Karya (Persero) sebagai pelaksana proyek pembangunan Gedung Integrated Plant dan Natural dan Integrated Healt Science Universitas Jember.

“Mereka melaksanakan pekerjaan berdasarkan pemenang lelang dan Surat Perjanjian Kontrak Nomor: 10485/UN25/KS/2018 tanggal 30 Agustus 2018 dilanjutkan dengan Surat Perintah Mulai Kerja Nomor: 11286/UN25/TU/2018 tanggal 12 September 2018,” ujar Kapolres.

Masih menurut Kapolres, Yang menjadi penyebab terjadinya kecelakan kerja, karena seling pengangkat beban pada mobil crane ngeblong yang menyebabkan barang yang diangkat merosot dan mengakibatkan CIP tower Crane bengkok dan jatuh menimpa 2 rumah dan 1 warung rusak serta salah satu korban luka yang bernama Sukri, terangnya.

Baca Juga:  Pejudi Merpati Tunggang Langgang Didatangi Polisi

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Jember AKP Yadwivana Jumbo Qantason menyampaikan bahwa pihaknya hari ini, Selasa (13/8/2019) melakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) untuk mengumpulkan bukti dan keterangan (Pulbaket) dari saksi yang berada di lokasi kejadian.

“Dari situ akan diketahui siapa saja operatornya dan yang bertanggung jawab. Kami ambil keterangan, ” tutur Jumbo saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa, (13/8/2019).

Dirinya mengatakan, dari hasil olah TKP diketahui bahwa penyebab jatuhnya crane disebabkan sling untuk menahan crane turun secara tiba-tiba. Sehingga menimpa rumah penduduk.

Namun demikian, pihaknya belum menarik kesimpulan adanya kelalaian dalam kejadian ini. “Kami belum bisa menyimpulkan ada tidaknya kelalaian, namun fakta dilapangan ada sling yang benar-benar turun dan tidak ada sling yang putus,” ungkapnya.

Disinggung adanya ganti rugi dari pihak perusahaan kontraktor, kepada korban, ia mengatakan bahwa hal tersebut telah diselesaikan secara damai atau kekeluargaan.

Kendati demikian, hak tersebut tidak menghentikan proses penyelidikan. “Tetap akan kami selidiki untuk menemukan fakta-fakta di lapangan, seperti apa sih kejadiannya,” tegasnya.

Baca Juga:  Polisi Bekuk Lima Puluh Tiga Tersangka Obat-Obatan Terlarang

Perlu diketahui, mobil crane jenis KATO 45 ton tersebut digunakan dalam proyek “The Contruction Of Intregrated Laboratories, Agrotechnopark Complex and Auditorium Of The University Jember adalah sewa bulanan antara PT Hutama Karya (Persero)-PT Nidya Karya (Persero) dengan PT Sumber Nusantara, yang membidangi masalah enginering manager adalah Ainun Twifianti. (jok)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here