Pengedar Okerbaya Dibekuk Jajaran Team Opsnal “SERIGALA” 

0
95
Team Opsnal SERIGALA Polsek Sumbersari Saat Mengamankan Tersangka Pengedar Okerbaya

Jember, RaungPost.id

Team opsnal Serigala Polsek Sumbersari kembali menangkap pengedar obat keras berbahaya (Okerbaya) jenis pil Trexphenidyl di Jl Mastrip Kelurahan Sumbersari, Kecamatan Sumbersari (depan warung ayam goreng nelongso.

Ahmad Alvis Hairis Zuhri (20) alamat Jalan Slamet Riyadi Gg damai no 32 Rt/Rw 01/09 Kelurahan Baratan, Kecamatan Patrang terpaksa berurusan dengan Polisi lantaran mengedarkan Okerbaya, sabtu (12/10/2019).

Kapolsek Sumbersari Kompol Faruk Mustafa Kamil,Amd membenarkan penangkapan tersebut, Tersangka ini ditangkap oleh Team Opsnal Serigala Polsek Sumbersari karena diduga kuat mau transaksi atau menjual pil TREXPHENIDYL.

Di (TKP) di dapatkan pada Tsk berupa 1 plastik obat warna putih berlogo Y yang berisikan 1000 (seribu) butir, uang tunai Rp. 300.000, 1 jaket parasit warna coklat, 1 buah Hand Phone (HP) samsung J5 warna putih dengan No. sim card 0881036114394,

Setelah dilakukan intrograsi bahwa Tsk mendapatkan dengan cara membeli barang haram pil TREXPHENIDYL dari RH (dalam lidik) seharga Rp. 850.000 dan mengambil barang tersebut di wilayah Kecamatan Jelbuk.

“Pada saat di dilakukan penangkapan, saat itu Tsk hendak menjual atau transaksi dengan PR (dalam lidik). Selanjutnya terhadap Tsk dan BB di bawa ke Polsek untuk di lakukan proses hukum sesuai dengan Undang-undang ( Peraturan ) dan mekanisme / SOP yang berlaku, “terangnya.

Menurut Kapolsek, Sehari sebelum dilakukan penangkapan terhadap Tsk, Team opsnal Serigala mendapatkan informasi adanya transaksi dan penjualan pil atau obat warna putih berlogo Y (TREXPHENIDYL).

“Mendapatkan info tersebut Team melaporkan Kepada Kanit Reskrim selanjutnya diteruskan kepada saya selaku Kapolsek. Saat itu juga saya perintahkan Kanit Reskrim untuk melakukan pengecekan kebeneran info tersebut, ” urainya.

Adapun modus yang dilakukan tersangka ialah menjual Trexphenidyl atau pil warna putih berlogo Y dengan cara membeli obat tersebut dari RH (dalam lidik), selanjutnya akan menjual pada orang-orang yang sudah di kenal termasuk diantaranya PR (dalam) lidik.

Sedangkan orang yang tidak di kenal tidak akan dilayani dengan transaksi melalui WA ( whatsaap). “Rencana dari hasil penjualan tersebut Tsk mendapatkan keuntungan sebesar Rp. 150.000 dan Tsk ini mengerti bahwa menjual obat atau pil berwarna putih berloyo Y ( TREXPHENIDYL ) adalah salah dan melanggar hukum, ” jelas Kapolsek.

Atas perbuatanya Tsk akan dikenakan Pasal 196 Sub 197 UU No.36 Tahun 2009, tentang Kesehatan. (jok)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here