Sadis, Suami Habisi Istri Alasan Ekonomi

0
48

Jember, RaungPost.id

Satreskrim Polres Jember Bersama Polsek Mumbulsari berhasil menguak tewasnya seorang perempuan yang tertancap pisau diperutnya.

Dari informasi yang berhembus ditengah-tengah masyarakat bahwa ,perempuan yang diketahui bernama Fani (26) tersebut adalah korban bunuh diri.

Namun Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal memastikan bahwa korban yang ditemukan tak bernyawa didalam rumahnya tersebut adalah korban pembunuhan.

Menurutnya, Dari hasil investigasi yang dilakukan oleh petugas Satreskrim Polres Jember Bersama Polsek Mumbulsari menguatkan dugaan bahwa ini bukan korban bunuh diri.

“Korban saat itu diketemukan pukul 04.30 wib didalam rumahnya dengan pisau menamcap diperutnya sedalam 26cm, “terang Kapolres, senin (28/10/2019) saat menggelar Conperence Press.

Setelah petugas melakukan pemeriksaan kepada beberapa saksi akhirnya kecurigaan mengarah kepada (R) yang tak lain adalah suaminya sendiri.

Dikatakan oleh Kapolres bahwa, (R) profesinya sebagai Scuriti di PTPN XII, Kebun Mumbul. Saat itu sekitar pukul 3 pagi (R) ini ijin kepada perusahanya untuk pulang dengan alasan istrinya sedang sakit.

Setiba dirumahnya (R) mengatakan kepada keluarganya yang lain akan mencari obat diapotek, Setelah itu mengirim sebuah paketan yang diminta oleh korban di daerah Gebang.

Petugas lalu mencari kepastian tentang keterangan pelaku baik diapotek maupun digebang namun semuanya bohong belaka yang dibuat oleh pelaku untuk menghindari tuduhan.

“Kecurigaan petugas semakin kuat, karena saat kejadian tidak satupun barang di TKP ada yang rusak, ini membuktikan jika pelakunya adalah orang dalam. Selanjutnya petugas melakukan penyelidikan lebih dalam lagi karena kunci rumah dipegang oleh (R), ” urainya.

Akhirnya (R) mengakui jika yang melakukan pembunuhan terhadap istrinya adalah dirinya. Pembunuhan dilakukan dengan alasan ekonomi dan lain sebagainya.

Menurut keterangan pelaku, Pembunuhan itu dilakukan spontan. Waktu itu kata Kapolres, pelaku melihat sebuah pisau diatas sebelah kirinya. Pisau tersebut lalu diambilnya tanpa berfikir panjang langsung dihujamkan keperut istrinya.

Agar yang dilakukan tidak didengar oleh orang lain, pelaku menutupi wajah korban menggunakan bantal boneka berukuran besar, urai Kapolres.

Pelaku akan dijerat pasal 44 ayat 3 undang-undang no 23 tahun 2004 tentang KDRT subsider 338 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara, pungkas Kapolres. (jok)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here